Bagi saya sebuah Teknologi informasi ibarat sebuah tulang rusuk yang tidak bisa di pisahkan dari tubuh. Atau sebuah Atap yang menutupi bagian atas rumah, hehehe.. Yang artinya Saya tidak bisa terpisah dari sebuah Teknologi Informasi semenit pun, karna teknologi informasi sudah menjadi bagian dari keseharian Saya. contoh nya saya bekerja harus menggunakan laptop, kuliah pun untuk mengerjakan tugas dosen harus menggunakan laptop atau PC menghubungi teman atau pacar juga memerlukan sebuah handphone dan lain lain.
Jadi, di era seperti ini tanpa sebuah Teknologi informasi seperti hidup di hutan belantara tanpa apapun dan akan tertinggal dari segala informasi yang telah beredar.
Tehnologi informasi dan internet sendiri adalah sebuah bentuk dari gagasan atau ide, bahkan beberapa praktisi di bidang teknologi informasi dan internet memasukkan “informasi” sebagai faktor produksi penting dari sebauh perkembangan global, sehingga lambat laun akan mempengaruhi struktur sosial masyarakat, nilai budaya/kultur, kepercayaan, perilaku sosial, lingkungan sekitar, dan sebagainya. Keleluasaan dalam menggali dan mengelola informasi merupakan faktor pendukung yang tanpa disadari telah membuka peluang yang ada, artinya kita tidak perlu lagi bersusah payah mencari sebuah informasi hingga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dan mengurus tenaga yang banyak. Melalui teknologi komunikasi dan informasi, jarak dan kondisi bukan lagi halangan bagi kita untuk melihat ragam peristiwa yang terjadi di belahan dunia. Menurut McLuhan, (dalam Infante et,al,1990:371), mengatakan bahwa dunia saat ini diumpamakan sebagai “Global Village” (perkampungan global), dimana saat ini kita dapat mengetahui orang dan peristiwa yang terjadi di negara lain hamper sama seperti layaknya seorang warga desa dengan warga desa yang lainnya yang menjadi tetangganya. Perkembangan teknologi informasi dan internet sudah menjadi prioritas tersendiri, termasuk salah satunya bidang sosial dimana kebutuhan informasi yang akurat menjadi faktor terpenting yang harus dipertimbangkan. Sehingga diharapkan informasi yng terkumpul akan menjadi sebuah narasumber yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Oleh karena itu, untuk mengetahui sejauh mana dampak perkembangan tersebut berpengaruh kepada komunikasi sosial, ada baiknya dipahami terlebih dahulu bahwa sebuah komunikasi sosial didalamnya terkandung makna sebagai suatu proses penyampaian pesan atau informasi yang melibatkan si-pengirim, mediator dan si-penerima yang memungkinkan untuk memberikan umpan balik dari si pengirim k eke penerima, begitu sebaliknya sehingga interaksi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kembali pada masalah IT, saat ini IT telah merambah begitu pesatnya di seantero dunia, bahkan tiap hari bisa hadir dihadapan kita, dan bagi sebagian orang sudah menjadi suatu kebutuhan pokok, dan makanan pokok sehari-hari. Semakin pesatnya perkembangan IT tersebut, maka mau tidak mau harus diimbangi pula oleh kemampuan dari para Pekerja Sosial, yang notabene adalah para “mediator” tersebut. Menyadur pendapat Bapak Holil Sulaiman, MSW, yang mantan Direktur STKS Bandung, sekitar tahun 1988, beliau dulu saat berda di depan kami para mahasiswa selalu mengatakan : “Hendaknya anda bisa menjadi lulusan atau Sarjana yang berpredikat Plus-Plus”, …. Sarjana yang lulus dengan Predikat baik, ditambah bisa berbahasa Inggris aktif, ditambah bisa stiren mobil, ditambah canggih mengelola computer. Dan yang terakhir : yakni canggih dalam mengelola computer untuk era saat ini dapat diartikan harus pandai-pandai dalam mengelola IT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar